Temuwuh, 8 Agustus 2025 — Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang dilaksanakan di Padukuhan Klepu, Kalurahan Temuwuh, Kapanewon Dlingo, mencatat Angka Bebas Jentik (ABJ) sebesar 77,8%. Angka ini diperoleh dari pemeriksaan di 7 RT, mencakup 81 Kepala Keluarga (KK), dengan temuan 18 KK positif terdapat jentik nyamuk, masih jauh di bawah standar nasional ABJ sebesar 95%.
Kegiatan PSN dilaksanakan sebagai upaya pengendalian penyakit demam berdarah dengue (DBD) melalui pemeriksaan jentik nyamuk secara langsung ke rumah-rumah warga. Dari total 81 KK yang diperiksa, ditemukan 18 KK yang memiliki jentik nyamuk, menghasilkan ABJ sebesar 77,8%.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Panewu Dlingo, didampingi oleh Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Dlingo, serta didukung penuh oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kapanewon (Forkompinkap) Dlingo. Turut berpartisipasi pula tim dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Dlingo dan Puskeswan Dlingo, sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat.
Kegiatan ini dilakukan sebagai respons terhadap potensi peningkatan kasus DBD yang kerap terjadi saat musim penghujan. Pemeriksaan jentik dan edukasi PSN diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menurunkan risiko penyebaran nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor DBD.
Tim melakukan pemeriksaan jentik ke rumah-rumah warga, mendata kondisi tempat penampungan air, serta memberikan edukasi langsung terkait 3M Plus: Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang bekas. Warga juga diberikan informasi tentang cara-cara pencegahan DBD berbasis lingkungan.
"Capaian ABJ 77,8% ini menjadi peringatan bagi kita semua bahwa masih banyak rumah tangga yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Kami berharap warga semakin peduli dan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan," ujar Panewu Dlingo dalam sambutannya.
Dengan hasil ini, pemerintah kalurahan dan kapanewon berkomitmen untuk melanjutkan kegiatan PSN secara berkala dan menyasar seluruh wilayah padukuhan demi tercapainya standar nasional ABJ serta terwujudnya lingkungan yang sehat dan bebas dari DBD.