DKUKMPP Kabupaten Bantul Gelar Sosialisasi Integrated Farming

Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Bantul menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Pengembangan Integrated Farming (Pertanian Terpadu) pada Rabu (10/6/2026) di Pendopo Kapanewon Dlingo. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan sektor pertanian dan peternakan yang terintegrasi guna meningkatkan produktivitas, ketahanan pangan, serta kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan sosialisasi diikuti oleh kelompok tani, kelompok ternak, pelaku UMKM, pemerintah kalurahan, penyuluh pertanian, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya di wilayah Kapanewon Dlingo. Melalui kegiatan ini, peserta diberikan pemahaman mengenai konsep dan penerapan sistem Integrated Farming, yaitu pola usaha yang mengintegrasikan berbagai sektor seperti pertanian, peternakan, perikanan, dan pengolahan hasil produksi dalam satu sistem yang saling mendukung dan berkelanjutan.

Dalam paparannya, narasumber menjelaskan bahwa sistem pertanian terpadu tidak hanya bertujuan meningkatkan hasil produksi, tetapi juga mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang tersedia. Limbah dari satu sektor dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung sektor lainnya, sehingga mampu mengurangi biaya produksi sekaligus meningkatkan efisiensi usaha. Sebagai contoh, limbah peternakan dapat diolah menjadi pupuk organik untuk lahan pertanian, sementara hasil pertanian dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Selain membahas pengelolaan usaha pertanian terpadu, kegiatan ini juga memberikan materi terkait kesehatan dan penanganan ternak sebagai salah satu komponen penting dalam keberhasilan Integrated Farming. Peserta mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya menjaga kesehatan hewan ternak melalui penerapan biosekuriti, sanitasi kandang, pemberian pakan yang berkualitas dan sesuai kebutuhan nutrisi, serta pelaksanaan vaksinasi secara berkala untuk mencegah berbagai penyakit menular pada ternak.

Narasumber juga menekankan pentingnya deteksi dini terhadap gejala penyakit pada ternak. Peternak diimbau untuk rutin melakukan pemantauan kondisi ternak, menjaga kebersihan lingkungan kandang, serta segera berkoordinasi dengan petugas kesehatan hewan apabila ditemukan indikasi penyakit. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga produktivitas ternak sekaligus mencegah kerugian ekonomi yang dapat ditimbulkan akibat serangan penyakit.

Dalam sesi diskusi, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait pengelolaan limbah ternak, pembuatan pupuk organik, pengembangan usaha peternakan skala rumah tangga, hingga strategi pemasaran hasil pertanian dan peternakan. Kegiatan ini menjadi wadah berbagi informasi dan pengalaman antar pelaku usaha sehingga diharapkan dapat mendorong inovasi dan pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

DKUKMPP Kabupaten Bantul menyampaikan bahwa pengembangan Integrated Farming memiliki peran strategis dalam mendukung program ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan nilai tambah produk pertanian dan peternakan. Dengan sistem yang terintegrasi, masyarakat diharapkan mampu membangun usaha yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Panewu Dlingo dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi ini. Menurutnya, wilayah Dlingo memiliki potensi yang besar di sektor pertanian dan peternakan sehingga konsep Integrated Farming sangat relevan untuk diterapkan oleh masyarakat. Melalui peningkatan kapasitas dan pengetahuan para petani serta peternak, diharapkan produktivitas usaha dapat terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.

Melalui kegiatan sosialisasi dan pengembangan Integrated Farming ini, Pemerintah Kabupaten Bantul terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan sektor pertanian dan peternakan yang maju, mandiri, serta berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah, kelompok tani, kelompok ternak, dan pelaku usaha diharapkan mampu menciptakan ekosistem pertanian terpadu yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.