MAK Tutup Buku Tahun 2025 Bumkalma Arum LKD, Aset Capai Rp5 Miliar dengan Surplus Rp306 Juta

Bumkalma Arum Lembaga Keuangan Desa (LKD) melaksanakan kegiatan Musyawarah Antar Kalurahan (MAK) Tutup Buku Tahun 2025 (10/2) sebagai bentuk laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan kinerja unit usaha yang telah dijalankan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di wisata Aula Seribubatu Kapanewon Dlingo dan dihadiri oleh Panewu Dlingo, Tenaga Ahli (TA) Kabupaten Bantul, pengurus Bumkalma Arum, Badan Pengawas, Penasehat, serta para pemangku kepentingan terkait.

Panewu Dlingo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pengurus Bumkalma Arum yang telah melaksanakan laporan pertanggungjawaban dan tutup buku secara transparan dan akuntabel. Panewu berharap agar suku bunga pinjaman modal dapat bersaing dengan lembaga keuangan lain, serta mendorong optimalisasi dana yang belum terserap agar dapat berkembang dan menambah pendapatan. Selain itu, Panewu juga menyampaikan terima kasih atas kontribusi Bumkalma dalam menghidupkan kembali lampu penerangan jalan di Jalan Kaliurang Dlingo yang merupakan jalur akses provinsi.

Tenaga Ahli Kabupaten Bantul, Bapak Tontowi, turut memberikan sambutan dengan menyampaikan ucapan selamat atas terselenggaranya MAK Tutup Buku Tahun 2025. Ia berharap Bumkalma Arum semakin berkembang dan mampu memiliki lebih banyak unit usaha yang bermanfaat bagi masyarakat.

Laporan Tutup Buku disampaikan oleh Bapak Iwan Munthaha selaku pengelola Bumkalma Arum. Dalam laporannya disampaikan bahwa total aset Bumkalma Arum pada tahun 2025 mencapai kurang lebih Rp5 miliar, dengan pendapatan sebesar Rp880 juta dan surplus sebesar Rp306 juta. Surplus tersebut akan dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, antara lain dana sosial dan bagi hasil desa. Selain itu, dilaporkan pula perkembangan pinjaman, tingkat kolektibilitas, serta kinerja unit usaha yang meliputi Simpan Pinjam Perempuan (SPP), Agen BRILink, Agen BNI, layanan WiFi, pangkalan gas, dan jual beli logam mulia. Pengelola juga memohon dukungan dari seluruh pihak agar Bumkalma Arum dapat terus berkembang.

Badan Pengawas, melalui Bapak Eling Purwanto, menyampaikan hasil monitoring yang dilakukan secara rutin setiap bulan terhadap administrasi Bumkalma. Badan Pengawas mendukung seluruh kegiatan Bumkalma, sekaligus menyampaikan bahwa salah satu kendala yang dihadapi pada unit usaha SPP adalah adanya tunggakan pinjaman. Oleh karena itu, disarankan agar dilakukan pengembangan unit usaha, baik yang baru maupun penguatan unit usaha yang telah berjalan.

Penilaian dan evaluasi disampaikan oleh Penasehat Bumkalma Arum, Bapak Sugiyono. Ia menilai bahwa kegiatan Bumkalma Arum berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, melalui berbagai unit usaha seperti pinjaman modal usaha, layanan WiFi yang tersebar di wilayah Kapanewon Dlingo, serta penyaluran dana sosial dari alokasi surplus berupa pembangunan MCK. Penasehat juga menghimbau kepada para pemanfaat SPP, khususnya ibu-ibu, untuk menjaga kelancaran angsuran agar aset Bumkalma tetap terjaga dan usaha dapat terus berkembang.