Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan pengembangan potensi sektor pertanian, Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kapanewon Dlingo menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Penggalian Potensi Kelompok Tani yang bertempat di Pendopo Kapanewon Dlingo, Kamis (30/4).
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Dlingo yang mewakili Panewu Dlingo, para penyuluh pertanian BPP Kapanewon Dlingo, serta ketua Kelompok Tani dan Kelompok Wanita Tani (KWT) se-Kapanewon Dlingo dengan jumlah peserta kurang lebih 40 orang.
Sosialisasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menggali, dan mengoptimalkan potensi pertanian yang dimiliki wilayah Kapanewon Dlingo, sekaligus memperkuat kelembagaan kelompok tani sebagai ujung tombak pembangunan pertanian di tingkat lokal. Berdasarkan kondisi wilayah, Kapanewon Dlingo memiliki potensi pertanian yang cukup lengkap dan beragam, meliputi tanaman pangan seperti padi, jagung, dan singkong; hortikultura berupa sayuran seperti sawi dan kacang panjang; serta komoditas tanaman bumbu seperti bawang merah, cabai, jahe, dan serai. Selain itu, komoditas perkebunan dan buah-buahan seperti kakao, kelapa kopyor, alpukat, dan kelengkeng juga memiliki prospek pengembangan yang menjanjikan.
Dalam sambutannya, Kepala Jawatan Kemakmuran menyampaikan bahwa keberagaman komoditas pertanian tersebut merupakan potensi strategis yang perlu dikelola secara terencana dan berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani dalam rangka meningkatkan produktivitas, kualitas hasil pertanian, serta nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
Kegiatan sosialisasi dipimpin oleh Koordinator BPP Kapanewon Dlingo, Bapak Rohmad, yang memaparkan pentingnya pemetaan potensi wilayah berbasis kelompok tani, penguatan manajemen kelembagaan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia petani. Selain itu, disampaikan pula strategi pengembangan pertanian berbasis potensi lokal guna mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani.
Selanjutnya, materi teknis disampaikan oleh Bapak Daldiri terkait pengelolaan pupuk, baik pupuk organik maupun pupuk anorganik (pabrikan). Dalam paparannya dijelaskan mengenai teknik pembuatan dan penggunaan pupuk organik yang efektif, efisien, serta ramah lingkungan, serta tata cara penggunaan pupuk pabrikan secara tepat guna untuk menjaga kesuburan tanah dan meningkatkan hasil produksi pertanian.
Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh peserta dapat memahami secara komprehensif potensi pertanian di wilayah masing-masing, serta mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kemandirian kelompok tani. Pemerintah Kapanewon Dlingo juga berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan sektor pertanian melalui berbagai program pemberdayaan dan pendampingan yang berkelanjutan.


